Search This Blog

Sunday, July 31, 2016

UPDATE : Tidak Hanya Pelarangan Adzan, Ini yang Bikin Warga Tanjung Balai Marah-Dunia Kita


Tanjung Balai (SI Online) -  Kerusuhan terjadi di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utama, Sabtu (30/07/2016) dini hari. Kericuhan bermula saat seorang warga etnis Cina yang identitasnya belum diketahui, warga Jalan Karya Tanjung Balai, mengamuk saat mendengar suara adzan di masjid Al Maksum Jl. Karya Tanjung Balai tepatnya di depan rumahnya sendiri.
 
Warga yang tidak terima dengan sikap warga etnis Cina tersebut akhirnya marah, dan informasi tersebut beredar di media sosial sehingga memicu kemarahan yang meluas hingga terjadi sejumlah pembakaran Vihara. 
 
“Dari keterangan masyarakat bahwa warga tersebut membuat keributan di mesjid dan memaki imam yang sedang adzan di masjid karena tidak senang akan adanya adzan di mesjid hingga menyebabkan umat Islam menjadi marah,” bunyi status yang beredar di media sosial, dikutip dari dnaberita.com
 
Sekretaris Forum Umat Islam (FUI) Tanjung Balai, Ustaz Luthfi Ananda Hasibuan mengatakan peristiwa tersebut menjadi puncak kemarahan warga akibat sikap warga etnis Cina yang selama ini arogan. "Mereka suka menyepelekan, suka semena-mena, jika kesenggol sedikit langsung marah dan tak segan-segan mengajak berkelahi," ujarnya saat dihubungi Suara Islam Online, Sabtu (30/7/2016).
 
"Dan sudah menjadi rahasia umum, sekitar Vihara sering terjadi prostitusi, mereka menjual anak-anak kita dari kaum muslimin," tambah Ustaz Luthfi.
 
Karena itulah, kata dia, warga sudah lama geram. "Selama ini kita sudah bersikap sabar, namun karena sudah keterlaluan dan kemarahan warga tak terbendung jadi sekarang ini puncaknya," ungkapnya.
 
Sebenarnya, lanjut Ustaz Luthfi, jika masyarakat dari golongan manapun bisa saling menghormati dan menghargai itu tidak akan ada masalah. "Kalau kita gak diganggu, agama kita gak diusik, itu gak akan ada masalah," jelasnya. 
 
"Karena itu kita berharap kedepannya mereka tidak bersikap semena-semena lagi, dan jangan mengusik agama kita," harap Ustaz Luthfi. 
 
 
red: adhila

Friday, July 22, 2016

HEBOH : Hakim marahi Bartender Saksi kasus kopi maut - dunia kita




Hakim anggota Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Partahi Tulus Hutapea meminta saksi bartender kafe Olivier, Yohannes, memberikan kesaksian yang sejujur-jujurnya. Hal itu disampaikan Partahi ketika bertanya apakah Yohanes melihat langsung saat asisten manajer kafe, Devi, mencicipi sisa es kopi Vietnam yang kemudian membuat Wayan Mirna Salihin meninggal dunia.
"Bu Devi mencoba, tetapi tidak ditelan, hanya di pangkal lidah, di dalam gelas sudah tidak ada sedotannya lagi. Nyicipin pakai sedotan dari bar cady, setiap bar ada sedotan. Setelah mencicipi, seingat saya dia katakan 'rasanya kok seperti ini?" kata Yohannes yang dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, (21/7/2016).
Hakim mengingatkan saksi bahwa kalau memberikan keterangan palsu akan ada konsekuensi hukumnya.
"Saudara lihat? Ini bukan main-main lho, saudara sudah disumpah, jadi polos saja, jangan mengada-ngada, coba saudara ingat-ingat lagi," kata hakim.
Mendengarkan pernyataan hakim, Yohannes terdiam sejenak.
Lalu, Yohannes mengatakan sebenarnya ketika itu hanya mendengar cerita kalau Devi mencicipi sisa kopi yang diminum Mirna.
"Saya hanya mendengar dia (Devi) saja, saat itu ketika saya bekerja," kata Yohannes.
Persidangan kasus pembunuhan terhadap Mirna sepanjang hari ini untuk mendengarkan keterangan para staf kafe Olivier.
Kesaksian-kesaksian tersebut untuk merunut darimana racun sianida masuk ke dalam es kopi Vietnam yang dipesan Jessica buat Mirna.
Mirna meninggal dunia usai meneguk es kopi Vietnam bercampur zat sianida di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1/2016).
Saat peristiwa terjadi, di meja yang sama, Mirna ditemani dua kawan, Jessica dan Hanie. Mereka merupakan teman sekampus di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulus 2008.
Jessica ditangkap saat berada di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016) sekitar pukul 07.45 WIB

sumber : suara.com

Saturday, July 16, 2016

UPDATE : tragedi Truk berdarah di Prancis - Dunia Kita

Seorang fotografer Prancis yang menjadi saksi dalam serangan truk maut di Nice, Prancis, Antoine Chauve menggambarkan peristiwa itu sangat mengerikan. Ia pun menceritakan apa yang dialaminya.

"Rasanya seperti sebuah adegan perang. Sangat mengerikan," ujar Chauve seperti dikutip Time, Jumat (15/7/2016).

"Istri dan salah satu putraku pergi melihat pesta kembang api di Pantai Neptunus yang berada di seberang Hotel Le Negresco. Ketika pertunjukan berakhir, dia mendengar orang-orang berteriak. Mereka berlarian ke berbagai arah. Lalu istriku menyeberang jalan dan beberapa detik kemudian, truk meluncur ke arah kerumunan," jelas fotografer itu.

Istri dan anak laki-laki Chauve selamat dan bergegas kembali pulang ke apartemen mereka. Namun Chauve hanya singgah sebentar di kediamannya untuk mengambil kamera, ia memutuskan kembali ke lokasi kejadian untuk mengabadikan momen horor tersebut.

"Sangat mengerikan. Jenazah tergeletak di jalan. Sejumlah orang berusaha menyelamatkan nyawa teman-teman mereka, beberapa berteriak memanggil ambulans juga polisi. Semakin saya berjalan menuju Place Massena, semakin banyak saya melihat korban tewas," imbuh Chauve.

Perayaan Bastille Day yang seharusnya berlangsung meriah di seantero Prancis ternoda oleh aksi teror, ketika sebuah truk besar atau lori sengaja menabrak kerumunan warga. Sang pelaku penyerangan yang juga sopir truk bermuatan senjata dan granat itu berhasil dilumpuhkan timah panas polisi.
Identitas pelaku ditemukan di lokasi kejadian. Ia berusia 31 tahun dan memiliki warga kenegaraan ganda, Prancis dan Tunisia. Namun informasi tersebut belum dikonfirmasi pihak berwenang terkait.
Kabar terakhir menyebut 80 orang tewas di mana beberapa di antaranya merupakan anak-anak. Sementara itu, 18 orang kritis dan seratusan orang dilaporkan terluka akibat insiden itu.

Insiden ini terjadi di tengah kemeriahan pesta Bastile Day di Promenade des Anglais yang membentang di sepanjang Laut Mediterania. Beragam atraksi seperti pesta kembang api populer bagi warga lokal dan turis asing.

berikut foto - foto festival kembang api sebelum tragedi truk pada kejadian tersebut :






Kisah Inspirasi : Umar dan Keprihatinannya terhadap kemiskinan - Dunia Kita

Pelajaran mana yang lebih baik daripada sebuah keteladanan? Terlebih dalam kondisi ketika banyak pemimpin negeri kita yang tak amanah. Namun tak selayaknya kita berputus asa, justru kita wajib berdoa. Semoga Allah kan hadirkan sosok pemimpin teladan seperti sejarah merekam Umar bin Khattab dan kepemimpinan beliau dalam kisah inspirasi berikut...

***
Krisis itu masih melanda Madinah. Korban sudah banyak berjatuhan. Jumlah orang-orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khatab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk.

Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya: punuk dan hati unta. Ini merupakan kegemaran Umar sebelum masuk islam. “Dari mana ini?” Tanya Umar.

“Dari hewan yang baru disembelih hari ini,” jawab mereka.

“Tidak! Tidak!” kata Umar seraya menjauhkan hidangan lezat itu dari hadapannya. “Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.”

Kemudian Umar menuruh salah seorang sahabatnya,” Angkatlah makanan ini, dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!” Beberapa saat kemudian, Umar menyantap yang dimintanya.

Kisah yang dipaparkan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya ar-Rijal Haular Rasul itu menggambarkan betapa besar perhatian Umar terhadap rakyatnya. Peristiwa seperti itu bukan hanya terjadi sekali saja. Kisah tentang pertemuan Umar dengan seorang ibu bersama anaknya yang sedang menangis kelaparan, begitu akrab di telinga kita. Ditengah nyenyaknya orang tidur. Ia berkeliling dan masuk sudut-sudut kota Madinah. Ketika bertemu seorang ibu dan anaknya yang sedang kelaparan, Umar sendiri yang pergi mengambil makanan. Ia sendiri juga yang memanggulnya, mengaduknya, memasaknya dan menghidangkannya untuk anak-anak itu.

Keltika kelaparan mencapai puncaknya Umar pernah disuguhi remukan roti yang dicampur samin. Umar memanggil seorang badui dan mengajaknya makan bersama. Umar tidak menyuapkan makanan ke mulutnya sebelum badui itu melakukannya terlebih dahulu. Orang badui sepertinya sangat menikmati makanan itu. “Agaknya Anda tidak pernah merasakan lemak?” Tanya Umar.

“Benar,” kata badui itu. “Saya tidak pernah makan dengan samin atau minyak zaitun. Saya juga sudah lama tidak menyaksikan orang-orang memakannya sampai sekarang,” tambahnya.

Mendengar kata-kata sang badui, Umar bersumpah tidak akan makan lemak sampai semua orang hidup seperti biasa. Ucapannya benar-benar dibuktikan. Kata-katanya diabadikan sampai saat itu, “Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya. Kalau rakyatku kekenayangan, aku ingin orang terakhir yang menikmatinya.”

Padahal saat itu Umar bisa saja menggunakan fasilitas Negara. Kekayaan Irak dan Syam sudah berada ditangan kaum Muslimin. Tapi tidak. Umar lebih memilih makan bersama rakyatnya.

Pada kesempatan lain, Umar menerima hadiah makanan lezat dari Gubernur Azerbeijan, Utbah bin Farqad. Namun begitu mengetahui makanan itu biasanya disajikan untuk kalangan elit, Umar segera mengembalikannya. Kepada utusan yang mengantarkannya Umar berpesan, “Kenyangkanlah lebih dulu rakyat dengan makanan yang biasa Anda makan.”

Sikap seperti itu tak hanya dimiliki Umar bin Khattab. Ketika mendengar dari Aisyah bahwa Madinah tengah dilanda kelaparan. Abdurrahman bin Auf yang baru pulang dari berniaga segera membagikan hartanya pada masyarakat yang sedang menderita. Semua hartanya dibagikan.

Ironisnya, sikap ini justru amat jauh dari para pejabat sekarang. Penderitaan demi penderitaan yang terus melanda bangsa ini, tak meyadarkan mereka. Naiknya harga kebutuhan pokok sebelum harga BBM naik dan meningkatnya jumlah orang-orang miskin, tak menggugah hati mereka. Bahkan, perilaku boros mereka kian marak.

Anggota Dewan yang ditunjuk rakyat sebagai wakil, justru banyak yang berleha-leha. Santai dan mencari aman. Pada saat yang sama, para pejabat yang juga dipilih langsung, tak pernah memikirkan rakyat. Yang ada dalam benak mereka , bagaimana bisa aman selama lima tahun ke depan.

Mereka yang dulu vocal mengkritik para pejabat korup dan zalim, justru kini diam. Ia takut kalau kursi yang saat ini didudukinya lepas. Sungguh jauh beda dengan Abu Dzar al-Ghifari, seorang sahabat Rasulullah saw. Ketika suatu saat dia cukup pedas mengkritik para pejabat di Madinah, Ustman bn Affan memindahkannya ke Syam agar tak muncul konflik. Namun, ditempat inipun ia melakukan kritik tajam pada Muawiyah bin Abu Sufyan agar menyantuni fakir miskin.

Muawiyah pernah mengujinya dengan mengirimkan uang. Namun ketika esok harinya uang itu ingin diambilnya kembali, ternyata Abu Dzar telah membagikannya pada fakir miskin.

Sesungguhnya, negeri kita ini tidak miskin. Negari kita kaya. Bahkan teramat kaya. Tapi karena tidak dikelola dengan baik, kita menjadi miskin. Negeri kita kaya, tapi karena kekayaan itu hanya berada pada orang-orang tertentu saja, rakyat menjadi miskin. Kekayaan dimonopoli oleh para pejabat, anggota parlemen dan para pengusaha tamak.

Di tengah suara rintihan para pengemis dan orang-orang terlantar, kita menyaksikan para pejabat dan orang-orang berduit dengan ayik melancong ke berbagai negari. Mereka seolah tanpa dosa menghambur-hamburkan uang dengan membeli barang serba mewah.

Ditengah gubuk-gubuk reot penuh tambalan kardus bekas, kita menyaksikan gedung-gedung menjulang langit. Diantara maraknya tengadah tangan-tangan pengemis, mobil-mobil mewah dengan santainya berseleweran. Pemandangan kontras yang selalu memenuhi hari-hari kita.

Dimasa Umar bin Abdul azis, umat islam pernah mengalami kejayaan. Kala itu sulit mencari mustahiq (penerima) zakat. Mereka merasa sudah mampu, bahkan harus mengeluarkan zakat. Mereka tidak terlalu kaya. Tapi, kekayaan dimasa itu tidak berkumpul pada orang-orang tertentu saja.

Disinilah peran zakat, infak dan shadaqah. Tak hanya untuk ‘membersihkan’ harta si kaya, tapi juga menuntaskan kemiskinan.

Jika ini tidak kita lakukan, kita belum menjadi mukmin sejati. Sebab, seorang Mukmin tentu takkan membiarkan tetanggana kelaparan. Rasulullah saw bersabda, “Tidak beriman seseorang yang dirinya kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Muslim)

(Majalah Sabili no 7 Th XIII Judul Asli : "Prihatin pada Rakyat Miskin")
diambil dari http://myquran.org/forum/index.php/topic,54692.msg1660153.html#msg1660153

UPDATE : Pemerintah Turki Gagalkan Kudeta - Dunia Kita

 
 
Video lainnya dapat di klik di link di bawah :
Video Lainnya 


Sumber: Liputan6.com


Saturday, July 9, 2016

SSSTTTT Ada alien mengontrol sinar matahari ?? percaya ? - Dunia Kita



PARA pemburu unidentified flying objects (UFOs) menemukan keanehan tentang sebuah titik yang berada di dekat matahari. Para peneliti alien bahkan meyakini UFO mengatur intensitas panas matahari yang menerpa Bumi.
Asumsi itu muncul menyusul gambar-gambar dari Solar Heliospheric Observatory yang mengorbit di luar angkasa untuk mengamati matahari. Foto-foto itu juga memperkuat klaim peneliti Rusia sekitar 6-7 tahun lalu tentang adanya UFOs yang berada di sekitar matahari.
Dalam sebuah video yang dirilis melalui YouTube, Kamis (3/3), terlihat beberapa gambar tentang sebuah objek aneh yang mengambang di dekat matahari. “Orang-orang semestinya tahu bahwa itulah kebenararan yang disembunyikan NASA,” ujar Myunhauzen, seorang pemburu UFO asal Rusia sebagaimana dikutip Daily Mail dari  YouTube.
Scott C. Waring dari UFO Sightings Daily mengaku mendengar berita sekitar 6-7 tahun lalu tenntang dua ilmuwan Ruia yang menemukan sejumlah penampakan UFO di sekitar matahari dalam waktu bersamaan. “Setiap hari, 24 jam sehari,” tuturnya.
Waring menuturkan, menurut ilmuwan Rusia itu, UFO yang mendekati matahari terlihat mengurangi dan menambah kecepatan secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. “Dan mereka tiba-tiba membelok 90 derajat tanpa memperlambat kecepatan,” katanya.
Jika alien secara terus-menerus bepergian di luar angkasa, tentu pesawat mereka lebih maju ketimbang buatan manusia. “Mereka di luar sana, mengelilingi matahari, melakukan hal yang diketahui Tuhan,” tulis Waring.
Karenanya muncul dugaan soal penampakan UFO di sekitar matahari. Yakni mengatur kadar panas matahari yang menerpa Bumi, atau justru sedang mengumpulkan elemen-elemen yang dilepaskan dari bintang yang menjadi pusat tata surya itu.
“Bisa jadi mereka mengendalikan matahari untuk menjaga suhu di Bumi. Atau mereka memanen elemen langka dan berat (dari matahari, red). Berharaplah mereka tidak membuat kesalahan dan  memanggang planet kita,” tuturnya

Wednesday, July 6, 2016

Lebaran Idul Fitri 2016: Jokowi Salat Id di Masjid Raya Padang, JK Memilih di Istiqlal - Dunia Kita


Setelah menghadiri takbiran bersama warga Kota Padang di pelataran Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Selasa malam, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga akan mengikuti salat Id di Masjid Raya Kota Padang pagi ini.
Sesuai dengan agenda kunjungan kerja Presiden di Sumatera Barat, Rabu (6/7/2016) pagi ini Jokowi akan melaksanakan salat Id di masjid terbesar di Kota Padang itu bersama warga Kota Padang.

Usai melaksanakan salat Id, Jokowi akan bertolak ke Solo, Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di Jawa Tengah dalam rangka merayakan Lebaran, sekaligus pulang ke kampung halamannya di Solo.
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla memilih untuk melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta. Hal itu dipastikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Pelayanan Wisata Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abd Salam. Tak hanya JK, pejabat pemerintah lainnya juga memastikan hadir di Masjid Istiqlal.
"Yang akan hadir Wapres Pak JK, Mendikbud Pak Anies Baswedan, Menteri Agraria Pak Ferry dan Menteri Perindustrian Pak Saleh Husin," kata Abu Hurairah, Selasa 5 Juli 2016.
Pihak Masjid Istiqlal juga menyebarkan undangan kepada seluruh duta besar yang ada di Jakarta. Saat ini, beberapa dubes dan wakilnya juga sudah ada yang memberi konfirmasi.
"Sudah ada 18 duta besar yang sudah konfirmasi. Dan 10 wakil dubes yang akan datang. Termasuk Dubes Inggris juga yang akan datang bersama keluarganya," jelas Abu Hurairah
sumber : liputan6.com

Monday, July 4, 2016

Bom Madinah : Terjadi Ketika Masyarakat sedang Berbuka Puasa - Dunia Kita




Sebuah ledakan terjadi di luar Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Seorang pengebom bunuh diri dilaporkan melancarkan serangan itu persis saat warga tengah berbuka puasa, Senin 4 Juli 2016 waktu setempat.
Dilansir dari BBC, Selasa (5/7/2016), televisi Arab Saudi menayangkan gambar-gambar kebakaran yang terjadi di lapangan parkir dan tampak setidaknya dua petugas keamanan tergeletak di lokasi kejadian.

"Pelaku meledakkan diri ketika aparat keamanan tengah berbuka puasa," demikian dilaporkan televisi Al-Arabiya.
Rentetan Bom Bunuh Diri
Dalam waktu hampir bersamaan, dua ledakan juga dikabarkan mengguncang kawasan dekat sebuah masjid di timur Kota Qatif, Arab Saudi.
Sejumlah saksi mata mengatakan seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di luar sebuah masjid Syiah pada Senin malam.
Mereka juga melaporkan melihat bagian tubuh yang tergeletak di tanah di kawasan yang merupakan kawasan bisnis di kota itu.
"Itu pasti bom bunuh diri. Saya bisa melihat tubuh yang hancur berkeping-keping," ujar seorang penduduk seperti dikutip dari Aljazeera.

Muhammad Ali, The true Muslim Figure - Dunia Kita


Petinju legendaris Muhammad Ali dikenal sebagai pembela Islam nomor satu di Amerika Serikat. Pemilik nama lahir Cassius Clay yang memilih menjadi mualaf pada 1964 ini memang dikenal sebagai sosok yang siap pasang badan membela agama Islam.
Sosok Ali mengajarkan Umat Muslim di dunia untuk mengenal Islam lebih dalam lagi. Agama ini hanya mengenal cinta dan damai, tidak menyukai pertikaian.
Ali juga menentang program wajib militer ke Vietnam.
Dia bersikap masa bodoh jika orang-orang di negaranya tidak menyukai tindakan itu.
"Buat apa saya membenci mereka? Mereka tidak pernah mengatakan saya negro. Tidak pernah juga menggantung saya, bahkan mereka tidak memerkosa dan membunuh ayah dan ibu saya. Buat apa saya menembak mereka? Saya tidak perlu melakukan satu hal yang hanya akan membawa saya ke penjara," kata Ali dikutip dari video berjudul Muhammad Ali's Biggest Fights Were Outside The Ring pada Selasa (7/6/2016)
Salah satu hal yang harus kita contoh dari Muhammad Ali bagaimana dia membantu merundingkan pembebasan 14 sandera di Iraq. Ali juga memasok obat-obatan medis dan makanan untuk anak-anak tidak mampu di seluruh di dunia. Dia ingin menunjukkan, Islam yang sesungguhnya adalah yang cinta damai.
Bahkan, sekali pun penyakit Parkinson menyerang tubuhnya, Ali masih mampu menginspirasi miliaran orang di dunia dengan hadir di pembukaan acara bidang olahraga pada 1996.
Dan yang paling menyita publik, saat Ali berbicara tentang Islam setelah serangan 11 September, meski dia sendiri hampir tidak bisa berbicara.
"Saya seorang muslim. Saya sudah menjadi muslim selama 20 tahun. Saya menentang pembunuhan, kekerasan, dan tentu semua muslim menentangnya. Saya pikir orang-orang harus tahu kebenaran sesungguhnya tentang Islam. Anda tahu saya, saya adalah petinju legendaris. Orang menyebut saya sebagai `Greatest of All Time`. Orang mengenal saya sebagai petinju dan seorang pria pembela kebenaran. Dan saya tidak akan berada di sini mewakili Islam jika itu benar-benar seperti teroris," kata Muhammad Ali.
"Orang harus tahu kebenaran karena Islam adalah perdamaian dan menentang pembunuhan. Dan teroris melakukan itu bukan atas nama Islam. Jika saya punya satu kesempatan, saya akan melakukan sesuatu untuk membuktikannya," ujar Muhammad Ali.
Sumber : Liputan6.com

Saturday, July 2, 2016

Pakar NASA menjelaskan tentang Malam Lailatul Qadar - Dunia Kita

Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan




Lailatul Qadar merupakan malam paling penting yang terjadi pada bulan Ramadan. Orang-orang Islam mempercayainya sebagai malam yang bahkan lebih baik dari malam seribu bulan. Tanda keistimewaan malam Lailatul Qadar telah banyak dijelaskan di dalam nash-nash Alquran juga hadis.

Oleh karena itu, seluruh umat Islam di dunia ini berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar. Sebab barang siapa yang beribadah di malam Lailatul Qadar, maka pahalanya akan dilipatgandakan setara beribadah seribu tahun. Tentu masih banyak keutamaan-keutamaan yang lainya.
Malam Lailatul Qadar merupakan malam peringatan turunnya Alquran di muka bumi. Tidak ada satu pun yang dapat mengetahui secara pasti kapan malam Lailatul Qadar akan terjadi. Namun banyak tanda yang bisa digunakan untuk menginditifikasi bahwa malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar, baik dari Alquran maupun hadis.
Namun tahukah kamu apa kata ilmuwan NASA mengenai Lailatul Qadar? Pendapat ini sekaligus menjadi penjelasan ilmiah mengenai malam Lailatul Qadar. Ternyata NASA juga mengakui ada satu malam di antara 10 hari terakhir di bulan Ramadan, yang menurutnya sangat berbeda dengan malam-malam biasanya.
Dilansir dari surat kabar Delegation, seorang ilmuwan Mesir, Dr. Abdul Basit Muhammad mengungkapkan penjelasan ilmiah dari NASA mengenai malam Lailatul Qadar. NASA mengatakan ada satu malam di mana sebanyak 10 ribu lebih bintang dan lebih dari 20 ribu meteor yang biasanya menabrak Bumi tiba-tiba berhenti.
Menurut pengakuan Abdul Basit, penjelasan tersebut didapat dari ilmuwan NASA bernama Karnar yang akhirnya menjadi mualaf. "Namun Karnar akhirnya dipecat NASA karena menyebarkan informasi tanpa izin. Sehingga penjelasan tersebut tidak bisa diberikan dengan bukti data," ujarnya.
Malam Lailatul Qadar menjadi malam paling ditunggu dan hanya bisa dirsakan oleh orang yang menerimanya. Abdul Basit mengatakan, betapa beruntung seseorang yang dapat merasakan malam Lailatul Qadar.

sumber : liputan6.com
Subanallah ternyata banyak yang disembunyikan oleh orang-orang barat tentang kehebatan Islam yang ditunjukan dalam bentuk kejadian alam di dunia ini.
Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar. Demikian dilansir BIP, Ahad (5/7/2015).
Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya. Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.”
Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali Lailatul Qadr dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam.
Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA bernama Carner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.
Hal tersebut dikemukakan Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, serta Dr. Abdul Basith As-Sayyid juga mendukung hal tersebut dalam sebuah program di TV Mesir.
Sayyid juga menegaskan, pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehilangan jabatannya di NASA.
Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah menghilangkan satu halaman di situs resminya yang pernah dipublikasikan selama 21 hari. Halaman itu berisi hasil ilmiah tentang cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.
Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.
وَلَوْ فَتْحنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنْ السَّمَاء فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارنَا بَلْ نَحْنُ قَوْم مَسْحُورُونَ
“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Se sungguhnya panda ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)
Saat itu Carner menyaksikan dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu tersibak. Karenanya, setelah itu Carner mendeklarasikan keislamannya.
Sunnah mencium Hajar Aswad
Sunnah mencium Hajar Aswad
Setelah Carner masuk Islam, ia menafsirkan fenomena “mencium Hajar Aswad” atau mengisyaratkan kepadanya – seperti penjelasan Abdul Basith Sayyid – bahwa batu itu merekam semua orang mengisyaratkan kepadanya (dengan lambaian tangan) atau menciumnya. Carner juga mengungkapkan tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri. Setelah 12 tahun diteliti, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya Matahari.
Carner, pakar Inggris itu kemudian melihat sample Hajar Aswad sebesar biji (kacang) hims. Ia menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki.
Carner menambahkan, batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombangnya. Sebagaimana, tegas Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad mencatat nama setiap orang yang mengunjunginya baik dalam haji atau umroh sekali saja. (adibahasan/arrahmah.com)
- See more at: https://www.arrahmah.com/ramadhan/pakar-nasa-ini-masuk-islam-pasca-sembunyikan-fakta-lailatul-qadar.html#sthash.9qF8jEsy.dpuf
Subanallah ternyata banyak yang disembunyikan oleh orang-orang barat tentang kehebatan Islam yang ditunjukan dalam bentuk kejadian alam di dunia ini.
Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar. Demikian dilansir BIP, Ahad (5/7/2015).
Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya. Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.”
Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali Lailatul Qadr dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam.
Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA bernama Carner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.
Hal tersebut dikemukakan Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, serta Dr. Abdul Basith As-Sayyid juga mendukung hal tersebut dalam sebuah program di TV Mesir.
Sayyid juga menegaskan, pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehilangan jabatannya di NASA.
Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah menghilangkan satu halaman di situs resminya yang pernah dipublikasikan selama 21 hari. Halaman itu berisi hasil ilmiah tentang cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.
Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.
وَلَوْ فَتْحنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنْ السَّمَاء فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارنَا بَلْ نَحْنُ قَوْم مَسْحُورُونَ
“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Se sungguhnya panda ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)
Saat itu Carner menyaksikan dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu tersibak. Karenanya, setelah itu Carner mendeklarasikan keislamannya.
Sunnah mencium Hajar Aswad
Sunnah mencium Hajar Aswad
Setelah Carner masuk Islam, ia menafsirkan fenomena “mencium Hajar Aswad” atau mengisyaratkan kepadanya – seperti penjelasan Abdul Basith Sayyid – bahwa batu itu merekam semua orang mengisyaratkan kepadanya (dengan lambaian tangan) atau menciumnya. Carner juga mengungkapkan tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri. Setelah 12 tahun diteliti, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya Matahari.
Carner, pakar Inggris itu kemudian melihat sample Hajar Aswad sebesar biji (kacang) hims. Ia menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki.
Carner menambahkan, batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombangnya. Sebagaimana, tegas Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad mencatat nama setiap orang yang mengunjunginya baik dalam haji atau umroh sekali saja. (adibahasan/arrahmah.com)
- See more at: https://www.arrahmah.com/ramadhan/pakar-nasa-ini-masuk-islam-pasca-sembunyikan-fakta-lailatul-qadar.html#sthash.9qF8jEsy.dpuf